Custom Search

Penginjilan

Di GBI Antiokhia kami percaya bahwa penginjilan adalah prioritas bagi setiap orang percaya. GBI Antiokhia mendorong dan memfasilitasi kegiatan penginjilan yang efektif, mengajar dan memimpin jemaat gereja dalam menjangkau keluarga non-Kristen, teman-teman dan kolega.

Dalam Kisah Para Rasul 11:19-30 kita menemukan sejumlah prinsip kunci. Menyusul kematian syahid Stefanus (Kisah Para Rasul 7), ada penganiayaan besar di seluruh negeri. Namun, walaupun ada penentangan yang luar biasa atas iman Kristiani di antara pemuka agama dan penguasa Romawi saat itu, muncul juga suatu gerakan penginjilan dari gereja mula-mula. Mereka menyadari dan tanggap kerinduan orang-orang untuk mendengar kabar baik Injil Keselamatan walaupun harus membayar harga yang luar biasa. Dan sebagai hasilnya, banyak di antara mereka yang kehilangan nyawa demi Kristus

Beberapa cara kita bisa menginjili adalah:
 · Berbagi Firman Tuhan (Kisah 11:19-20) - Kita dapat berusaha lebih untuk berbicara tentang Allah dan untuk secara aktif berbagi kasih-Nya dengan orang lain.
 · Melalui kuasa dan kehadiran Allah (Kis. 11:21) - manifestasi yang kuat akan kemuliaan Allah, perbuatan-Nya yang dahsyat dan ajaib dan kehadiran Roh Kudus adalah bukti dan penegasan bahwa Dia hidup dan merupakan Juruselamat dunia (Markus 16:20).
 · Berbagi kesaksian hidup kita (Kis. 11:22,26) - Ada suatu keindahan, kuasa dan keharuman yang bersinar dan mengalir dari kehidupan orang percaya. Orang percaya yang hidup dengan gaya hidup ilahi dan mengerti menjadi saluran berkat bagi orang-orang di sekelilingnya akan membuat orang lain bertanya akan gaya hidup mereka dan mencari jawabannya. Ini adalah metode penginjilan yang sangat efektif karena orang sering melihat buah yang tampak dari hidup seseorang yang percaya Kristus sebelum mereka menyerahkan diri kepada Kristus.
 · Jadilah penuh rahmat Allah (Kis. 11:23) - Kita perlu berjalan di dalam otoritas yang telah diberikan oleh Kristus dan menyatakan anugerah-Nya kepada semua orang (Efesus 2:8-10).


Sebagai jemaat orang percaya dan sebagai duta Kristus kita percaya bahwa setiap anggota harus memiliki tujuan yang jelas dan visi untuk penginjilan dalam hidup mereka dan untuk merealisasikan visi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ini adalah doa kami bahwa Gereja Kristus dapat memenuhi perintah yang diberikan Allah (Matius 28:19) dan menjadi berkat dan terang, bersinar sedemikian rupa sehingga seluruh dunia bisa melihatnya.

2. Pembinaan

Di GBI Antiokhia kami percaya bahwa pembinaan atau pemuridan merupakan bagian dari gaya hidup orang Kristen. Adalah fokus kami untuk menyeimbangkan pembinaan dengan penginjilan, karena jika berhasil menyeimbangkan keduanya akan menghasilkan dampak besar dalam menjangkau mereka yang terhilang dan memenuhi panggilan yang agung (Matius 28:18-20).

  1. Ada banyak cara yang dilakukan untuk menerapkan pembinaan dalam jemaat. Kami percaya bahwa dengan pengajaran Alkitab yang mendalam dan penuh kuasa, peningkatan pengetahuan akan janji-janji Allah, pemahaman tentang tanggung jawab kita sebagai orang percaya sekaligus sebagai duta besar kerajaan Allah dan pelatihan hidup dengan prinsip-prinsip kebenaran Allah, kita akan diperlengkapi agar selalu siap sedia setiap saat. Semua ini bertujuan agar setiap jemaat dapat membangun kehidupan mereka di atas dasar yang benar.

    Melalui program-program pembinaan, kami mengajarkan orang-orang bagaimana hidup sesuai gaya hidup ilahi - menghilangkan dosa dari kehidupan mereka dan  mengatasi serangan musuh-musuh rohani dan pengaruh perkataan yang berusaha menghancurkan kita (Yohanes 10:10). Kami menekankan akan pentingnya membangun karakter serupa Kristus dan mengajarkan umat percaya agar menjadi terang dan garam di dunia ini. Mereka yang lebih dewasa di dalam Kristus menyampaikan pewahyuan pribadi melalui firman yang mereka terima untuk membantu orang lain membangun kehidupan di atas dasar yang kokoh.


Sekali lagi dari Kisah Para Rasul 11 kita dapat melihat kunci-kuci pembinaan.
 · Kami mengajarkan hal-hal yang penting dan diperlukan untuk Gereja (Ayat 24).
 · Kami mengajarkan jemaat untuk menjadi orang benar, yang mencerminkan gambar dan sifat Kristus (Ayat 24).
 · Kami mengajarkan jemaat untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, mengizinkan-Nya memimpin kita dalam setiap bidang kehidupan (Ayat 24). Efesus 5:18 dan Galatia 5:16-26 menggambarkan bahwa Roh Kudus adalah guru yang terbaik dan Ia juga yang memberi kita hikmat untuk dapat menjalani kehidupan yang serupa  Kristus. Kita harus lapar akan kehadiran-Nya dalam hidup kita dan dengan demikian kita perlu dipenuhi sehingga kita dapat memancarkan kemuliaan Allah yang luar biasa kepada dunia.
 · Kami mengajarkan prinsip-prinsip iman (Ayat 24). Firman Allah mengatakan kepada kita bahwa dengan iman kita mengalahkan dunia, dengan iman kita memindahkan gunung, dengan iman kita mengalami hal-hal yang ajaib, karena iman kita diselamatkan, oleh iman kita diampuni dan oleh iman kita menjadi sembuh. Kita perlu iman, bukan logika, untuk menyenangkan Tuhan (Ibrani 11:6). Kita bisa belajar dari hidup Barnabas, seorang beriman yang mengajar orang-orang bagaimana menjalankan dan menghidupi iman mereka dalam cara yang sesuai kebenaran Firman Tuhan.
 · Kami mengajarkan orang-orang untuk menjadi penabur (Ayat 29). Lukas 6:38 berkata, "Berilah dan kamu akan diberi." Saul dan Barnabas tahu bagaimana untuk memberikan kehidupan mereka melalui kesediaan dan ketaatan mereka untuk tetap tinggal di Antiokhia, karena menyadari bahwa itu adalah kunci menuju kemakmuran dan membuka pintu berkat yang berlimpah. Kami mengajarkan Jemaat untuk memberi dengan setia dan dengan penuh ucapan syukur.
 · Kami mengajarkan gaya hidup beribadah (Kis. 13:2). Hasil akhir dari ibadah sesungguhnya adalah untuk mengalami perjumpaan pribadi dengan Allah. Kami adalah Gereja yang mengizinkan Roh Kudus untuk berkarya sebebas-bebasnya tanpa batas sesuai kehendak-Nya dan kami mengajar Jemaat bagaimana cara menjadi penyembah dalam roh dan kebenaran, tinggal dalam hadirat Tuhan senantiasa, sehingga Roh Kudus dapat bergerak dengan penuh kuasa dalam kehidupan mereka.
 · Kami mengajarkan kuasa doa dan puasa (Kis. 13:2). Ini adalah hal yang sangat penting untuk diajarkan di Gereja. Banyak orang telah dimerdekakan dari perbudakan rohani, disembuhkan dan beroleh  pengurapan yang lebih besar sebagai hasil ketaatan dalam doa dan puasa. Kita membaca dalam Firman Tuhan bahwa bahkan Yesus sendiri menyendiri untuk berdoa dan berpuasa dan semua murid-Nya mengikuti contoh ini di kemudian hari setelah kenaikan-Nya. Ketika kita melakukan hal yang sama, kemuliaan dan kuasa Allah akan terlepas dengan dahsyat di dalam Gereja.

3. Pengutusan

Di GBI Antiokhia kami percaya bahwa melatih orang-orang untuk kemudian diutus ke dalam pekerjaan misi merupakan aspek penting Gereja yang sehat dan seimbang.

Kita bisa melihat dari pandangan Lukas tentang Saul dan Barnabas dalam Kisah Para Rasul bahwa mereka diutus ke ladang misi oleh pimpinan Roh Kudus. Dampak pelayanan mereka baik kepada orang Yahudi maupun orang kafir sangat menakjubkan dan kami, sama seperti mereka, harus memiliki pola pikir yang berfokus pada kerajaan Allah dan memiliki hati seperti Yesus, yang bersedia membayar harga untuk keselamatan umat manusia. Demi mencapai tujuan mendirikan Kerajaan Allah di muka bumi ini maka kami mengirim orang-orang untuk menjadi berkat bagi orang-orang di luar komunitas lokal kami.

Kami mengajarkan orang bagaimana menjadi berkat bagi orang lain dan memperlengkapi mereka dengan segala yang diperlukan untuk menjadi teladan bagi umat Allah untuk diikuti. Kemudian kami mengutus mereka ke wilayah lain di Indonesia atau negara lain untuk menjadi berkat dan untuk membangun dan mendirikan kerajaan Allah di tempat itu.

Kami memahami bahwa kerinduan hati Allah adalah melihat seluruh bumi diselamatkan. Karena itu orang-orang harus mengetahui dan menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Untuk mewujudkannya, kami mengajar dan melatih jemaat untuk menjadi misionaris kepada orang-orang di sekitar mereka dan untuk mempersiapkan diri mereka untuk diutus Tuhan dan melihat kerajaan-Nya tumbuh. Kami terus-menerus mengajarkan kesediaan untuk membayar harga demi membangun kerajaan-Nya, selalu siap sedia untuk panggilan yang lebih tinggi dan misi yang lebih besar dan hidup dengan penuh otoritas Allah dalam kehidupan mereka.

 

 

 

 


Custom Search