Custom Search

Restorasi Gereja GBI Antiokhia

Ini adalah sepenggal kisah yang menakjubkan tentang bagaimana Tuhan mulai mencurahkan Roh-Nya dengan luar biasa di GBI Antiokhia (Gereja Berita Injil Antiokhia). Peristiwa itu disebut Gerakan Pemulihan karena seluruh Gereja diubah dalam waktu yang sangat singkat dan sejak saat itu Gereja terus diperbaharui dan dipulihkan dari hari ke hari.

Pada awal Maret 2002, dari 14 sampai 17 Maret Pendeta Kitty Hamilton dari Amerika Serikat memimpin sebuah seminar bernama Pembaharuan Pikiran di GBI Antiokhia dan ketika ia mengajarkan topik tentang pemulihan, citra diri dan pembaharuan batin seperti yang ada pada Kisah Para Rasul 3:19-21 tersebut, lahirlah suatu kelaparan yang besar akan kuasa kelepasan dari Roh Kudus di antara pendeta –pendeta. Mereka mengerti bahwa Yesus Kristus berjanji untuk memulihkan GBI Antiokhia dan Gereja Kristus secara global kepada suatu keadaan di mana hadirat-Nya dapat termanifestasikan dengan luar biasa dan umat Allah akan mengalami pemulihan. Mereka mengakui bahwa setiap gerakan Allah bukanlah merupakan hasil dari program-program buatan manusia atau hasil pendapat manusia, tetapi hanya akan terjadi sesuai waktu Allah dan kehendak-Nya.

Ini adalah awal perjalanan kehidupan supranatural yang menakjubkan dan pencurahan Roh Kudus yang luar biasa.

Keesokan harinya, pada hari Senin 18 Maret 2002 Gembala Sidang beserta istri membuat perjanjian dengan Allah. Mereka percaya bahwa Gereja akan dikembalikan pada kemuliaannya semula dan bahwa Ia akan memimpin di tengah-tengah jemaat. Bersama pendeta lain dari Surabaya, mereka berdoa, menggunakan minyak untuk mengurapi berbagai alat-alat sesuai pimpinan Roh Kudus, termasuk gedung Gereja dan segala isinya agar Allah dapat menguduskan Gereja-Nya sepenuhnya.

Beberapa hari kemudian, pada hari Kamis 21 Maret 2002, dalam doa syafaat, semua pendeta Gereja kami bergabung bersama untuk menyucikan Ruang Kudus (ruang ibadah) Gereja, termasuk panggung, semua peralatan dan kursi. Kemudian pada hari Jumat 22 Maret 2002 Gembala Sidang,istri Gembala dan semua staf Gereja bersatu membuat komitmen untuk mau membayar harga lebih dan mengizinkan Roh Kudus bergerak bebas dan juga berkomitmen untuk berdoa puasa lebih lagi. Sebagai realisasi, doapun berlangsung dari 06:30 - 12:30 setiap Sabtu pagi. Sejak saat itu kehadiran dan kuasa Allah turun dengan urapan yang besar setiap kali doa puasa berlangsung.

Kamis 28 Maret 2002 adalah hari tak terlupakan yang penuh pewahyuan. Dua pertemuan doa utama diadakan dan manifestasi Roh Kudus yang luar biasa terjadi. Kata-kata dalam bahasa roh terucap pada saat itu dan ditafsirkan sebagai berikut:
- Setiap orang yang datang kepada-Nya akan diterima tanpa diskriminasi.
- Kebenaran harus ditetapkan dalam Gereja-Nya tanpa kompromi.
- Proses Pemulihan harus dimulai dari tim Penyembahan.
- Anggota tim Penyembahan harus membangun gaya hidup kudus sehingga mereka dapat menang dalam segala bentuk peperangan rohani.

Kamis malam adalah pertemuan sel gabungan kami dan pada 4 April 2002 hadirat Allah turun dengan kuasa yang besar. Ia memerintahkan seluruh tubuh Kristus dalam gereja  untuk hidup dalam kekudusan mutlak – khususnya  tim penyembahan. Tujuannya adalah untuk memulai proses pemulihan dengan memastikan bahwa orang-orang mencari wajah-Nya dan bukan berkat-berkat-Nya.

Pertemuan doa puasa diadakan hari berikutnya - Jumat tanggal 5 April 2002. Pada kesempatan ini Tuhan mulai melawat semua anggota tim doa. Terobosan terjadi dalam pujian dan penyembahan dan seluruh anggota tim doa menerima lawatan Allah dan tertawa dalam Roh Kudus. Segera kami memproklamirkan kemenangan Kristus atas segala dosa, kelemahan , penyakit, kemiskinan dan kutukan lain.

Jumat 12 April 2002 adalah hari di mana kami mengadakan pertemuan doa puasa yang keempat. Enam orang yang telah menunjukkan pengabdian dan kesetiaan yang luar biasa dalam doa puasa pada pertemuan sebelum pemulihan terjadi diangkat menjadi pelopor Gereja. Allah mengungkapkan bahwa Ia mengharapkan mereka untuk berkomitmen lebih untuk menjaga kesatuan, ketaatan dan kesetiaan di dalam Gereja lebih daripada anggota jemaat lainnya. Malam itu juga, dari pukul 22:00 sampai 04:30 pagi, doa syafaat dipanjatkan dan 3 hal penting diwahyukan saat itu:
- Allah berkata kepada jemaat Gereja bahwa mereka harus menerima dan taat kepada gerakan Roh ke manapun Ia memimpin mereka. Allah tidak pernah memaksa, tetapi hanya mengungkapkan bahwa kelaparan dan kerinduan yang besar akan Dia sungguh diperlukan saat ini.
- Ia (Allah) meminta orang-orang untuk menyerahkan hidup dan talenta mereka sepenuhnya kepada-Nya.
- Banyak orang yang hadir saat itu mengalami lawatan supranatural yang sangat nyata dan beberapa orang diminta oleh Allah membuat komitmen untuk hal-hal tertentu dalam kehidupan mereka.

Minggu berikutnya, dalam pertemuan sel gabungan pada tanggal 17 April 2002, Allah memberikan petunjuk kepada orang-orang yang siap untuk melayani Yesus Kristus dengan sukarela dan dengan segenap hati. Ia menjelaskan bahwa semua hal yang kita lakukan di dalam Tuhan tidak akan sia-sia dan kita akan menerima upah seiring apa yang kita lakukan untuk-Nya di bumi. Ia memberitahu bahwa berbahagialah mereka yang mendengar dan paham membayar harga untuk Allah.

19 April 2002 adalah hari dimulainya pertemuan doa puasa yang kelima. Selama masa pengudusan Allah mengajarkan kita banyak hal tentang kerinduan - bahwa kita harus memiliki keinginan untuk memandang wajah-Nya dan bahwa hal ini harus menjadi prioritas tertinggi dalam hidup kita. Ia kembali menyatakan dengan jelas bahwa kita tidak boleh hanya berfokus pada berkat-Nya. Kami juga belajar memahami pentingnya prinsip tabur tuai dalam perbuatan dan tingkah laku kita, dalam pelayanan dan dalam memberi.

Pada hari Sabtu 20 April 2002 Tuhan mengingatkan kita bahwa peperangan rohani telah dimulai dan melalui visi jelas yang diterima Gembala, Tuhan menasihati kita tentang beberapa hal yang harus diperhatikan dengan sungguh-sungguh dan berjaga-jaga selama masa pemulihan ini:
- Jangan biarkan ikatan apapun termasuk ikatan spiritual membuat benteng di tengah-tengah kita.
- Jangan takut terhadap iblis karena kuasa darah Yesus jauh lebih besar daripada apapun.
- Jangan takut akan rintangan dan tantangan karena Yesus Kristus (Allah Immanuel-beserta kita) bersama Anda.
- Jangan sampai kita terpengaruh Kekristenan yang suam-suam sehingga kita ikut menjadi lemah rohani dan berakibat kita tidak lagi berguna sebagai alat-Nya untuk peperangan rohani dan dengan demikian memungkinkan musuh untuk menghancurkan baik kita maupun orang lain.
- Jangan takut akan peperangan rohani karena Allah di pihak kita dan tidak seorangpun dapat bertahan melawan kita.
- Allah akan membuka dan melancarkan jalan-jalan untuk kita sehingga kita dapat pergi dan memenangkan jiwa-jiwa bagi-Nya.

Sejak waktu itu hidup banyak orang telah berubah secara radikal sebagai hasil dari pencurahan hujan Roh Kudus yang berlangsung di GBI Antiokhia. Manifestasi yang kuat dari Roh Kudus terus terjadi dan meningkat setiap minggu sebagai buah rasa lapar orang-orang akan Dia dan seiring orang-orang membangun hubungan yang semakin dekat dengan-Nya. Benar-benar tidak ada kata-kata yang pas untuk mengungkapkan getaran pengalaman yang spektakuler berdiri di hadapan Allah yang Maha Tinggi!

Selama tahun 2008 sampai sekarang gereja kita terus mengalami manifestasi Roh Kudus yang luar biasa dan cabang-cabang baru terus berdiri di kota-kota di seluruh Indonesia, dan bahkan sampai ke luar negeri pada satu tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemuliaan bagi Allah!


Kami menyimpulkan dengan satu pernyataan bahwa ketika Yesus Kristus diberikan kebebasan untuk memimpin sebagai Kepala Gereja, Ia akan terus memulihkan Gereja-Nya lebih dan lebih lagi sehingga seluruh tubuh Kristus akan siap untuk tuaian besar di depan kita - dan terutama tuaian besar di akhir zaman yang akan datang.

 

 

 


Custom Search